PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGIS PADA RANCANGAN BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA DI GORONTALO

Main Article Content

Bayu Setiawan Bayu
Niniek Pratiwi
Ernawati Ernawati

Abstract

ABSTRACT.
Horticulture is one of the agricultural sectors that has considerable potential in advancing the economy
in Indonesia. The lack of adequate support and facilities from local governments and related institutions
in developing the agricultural sector is one of the factors affecting the limited development of the
horticulture sector in Gorontalo Province. Therefore, to accommodate research activities and
development of horticultural crops, it is necessary to design a horticultural research and development
center. Horticultural research and development center, is a place designed to produce and develop
horticultural innovations based on local resources and sustainable while maintaining balance and
environmental sustainability. The purpose of designing this building is to provide a place that can
facilitate horticultural research and development activities and also to apply an ecological architectural
approach to the design of horticula research and development centers by considering the
interrelationships between humans and the surrounding environment. The application of ecological
architecture is applied to building facades such as the application of sun shading on the exterior of
buildings, the use of environmentally friendly materials, and the shape of the façade will be arranged as
well as possible so that sunlight can be transmitted evenly into the building. In addition, on the roof of
the building will also be placed solar panels which are a natural source of energy in the building. It is
hoped that the design of this building can facilitate all horticultural research and development activities
in Gorontalo.
Keywords: Balitbang, Horticulture, Ecological Architecture
ABSTRAK.
Hortikultura merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi cukup besar dalam
memajukan perekonomian di Indonesia. Kurangnya dukungan dan fasilitas yang memadai dari
pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam mengembangkan sektor pertanian adalah salah satu
faktor yang mempengaruhi terbatasnya perkembangan sektor hortikultura di Provinsi Gorontalo. Oleh
sebab itu untuk mewadahi aktivitas penelitian serta pengembangan tanaman hortikultura, maka perlu
untuk dirancang sebuah balai penelitian dan pengembangan hortikultura. Balai penelitian dan
pengembangan hortikultura, adalah tempat yang dirancang guna menghasilkan dan mengembangkan
inovasi hortikultura yang berbasis sumber daya lokal serta berkelanjutan dengan tetap menjaga
keseimbangan serta kelestarian lingkungan. Tujuan perancangan gedung ini adalah untuk
menyediakan tempat yang dapat memfasilitasi kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura dan
juga untuk menerapkan pendekatan arsitektur ekologis pada perancangan balai penelitian dan
pengembangan hortikulutra dengan mempertimbangkan hubungan timbal balik antara manusia dengan
lingkungan sekitarnya. Penerapan arsitektur ekologis diterapkan pada fasad bangunan seperti
penerapan sun shading pada eksterior bangunan, penggunaan material yang ramah lingkungan, serta
bentuk fasadnya akan ditata sebaik mungkin agar cahaya matahari dapat diteruskan secara merata ke
dalam bangunan. Selain itu, pada atap bangunan juga akan diletakkan panel surya yang menjadi
sumber energi alami pada bangunan. Diharapkan dengan adanya perancangan gedung ini dapat
memfasilitasi seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan hortikultura yang ada di Gorontalo.


Kata Kunci: BALITBANG, Hortikultura, Arsitektur Ekologis

Article Details

Section
Articles