UPAYA PENGEMBANGAN KOMPONEN 4A EKOWISATA MUNJANG MANGROVE DESA KURAU BARAT GUNA MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG WISATAWAN EFFORTS TO DEVELOP COMPONENT 4A OF MUNJANG MANGROVE ECOTOURISM IN KURAU BARAT VILLAGE TO INCREASE INTEREST IN VISITING TOURISTS

Main Article Content

Sofiani Sofiani
Tatiana Putri Yulia
Sudana Mareta Mautri

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam formasi hutan berdasarkan tempat tumbuhnya, mulai dari hutan hujan tropis, hutan musim, hutan gambut, hutan rawa, hutan pantai, dan hutan mangrove. Kabupaten Bangka Selatan yang memiliki hutan mangrove terluas di Pulau Bangka. Hutan Mangrove Munjang atau Munjang Mangrove, merupakan destinasi wisata yang diresmikan pada Juni 2017, akan tetapi jumlah wisatawannya mengalami penurunan hal ini karena ada beberapa komponen 4A yang rusak dan tidak terurus oleh pihak pengelola. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran dan masukan dalam penyelesaian permasalahan yang di hadapi mengenai penurunan jumlah kunjungan wisatawan Ekowisata Munjang Mangrove. Metode pengumpulan dan analisa data pada penelitian ini adalah dengan wawancara terstruktur kepada pengelola mengenai Munjang Mangrove dan wisatawan yang pernah berkunjung. Peneliti menggunakan teknik observasi, hal ini bertujuan untuk mendapatkan informasi secara fakta langsung pada pengelola Munjang Mangrove. Kesimpulan dari penelitian ini adalah upaya pengembangan komponen 4A terutama atraksi dan amenitas Ekowisata Munjang Mangrove belum optimal dilakukan. Tidak ada upaya pengembangan dari segi komponenen accessibility. Upaya pengembangan tersebut meliputi penambahan speedboat tracking, pondok dan café serta peningkatan kualitas pelayan pengelola. Saran dari penelitian ini diharapkan pemerintah lebih aktif mengantisipasi kasus illegal loging yang masih terjadi terutama pada Ekowisata Munjang mangrove. Diharapkan pengelola tidak berfokus pada penambahan indikator komponen yang telah ada tetapi melakukan penambahan indikator komponen 4A yang baru untuk wisatawan.

Article Details

Section
Articles

References

Chaerunissa, S. F., &Yuniningsih, T. (2020). Analisis Komponen Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Wonolopo Kota Semarang. Journal of public policy and managemen review, 9(4), 159-175. https://doi.org/10.14710/jppmr.v9i4.28998

Hurdawaty, R., Maryetti, & Dewinda, S. A. (2017). Pengembangan Kuliner Sate Taichan Goreng Sebagai Atraksi Wisata Di Kota Bekasi. Jurnal Sains Terapan Pariwisata, 2(3), 300–310.

Imam Ardiansyah, Ratna Gema Maulida. (2020). KAJIAN ATRAKSI, AMENITAS DAN AKSESIBILITAS UNTUK PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR KABUPATEN BOGOR, Jurnal Inovasi Peneliti, 1(4), 107-115.

L Dewi, I S Djunaid. (2019). MENINGKATKAN EKONOMI LOKAL MELALUI PARIWISATA PEDESAAN: STUDI KASUS DESA CISEENG. Jurnal Sosial Humaniora, 10(1), 19-27.

Kustanti, A. (2013). Evolusi Hak Kepemilikan Dan Penataan Peran Para Pihak Pada Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove Dengan Kemunculan Tanah Gembur (Kasus Pada Tanah Timbul Hutan Mangrove Di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung). IPB (Bogor Agricultural University). Https://Repository.Ipb.Ac.Id/Handle/123456789/66410

Rahmadi, R. (2021). Mangrove Di Bangka Belitung, Antara Pelestarian Dan Ancaman Pembukaan Tambak. Mongobay.Co.Id. https://www.google.com/amp/s/www.mongabay.co.id/2021/07/26/mangrove-di-bangka-belitung-antara-pelestarian-dan-ancaman-pembukaan-tambak/amp/

Sri Indra Wahyuni, 2020. Analisis Disiplin Kerja Karyawan Pada PT. Kharisma Dayung Utara Pekanbar. Jurnal: Program Studi Administrasi Publik Fisipol Universtas Islam Riau, Valuta Vol. 6 No 1.

Sofiani & Vivian O. (2021). PENGARUH ALUN-ALUN KOTA DEPOK TERHADAP PERKEMBANGAN PARIWISATA KOTA DEPOK. Jurnal Inovasi Peneliti, 1(9). 1837-1840.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. CV. Alfabeta.

Widoyoko, Eko Putro. 2014. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.