EVALUASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PEKERJAAN DRAINASE PADA PROYEK REKONSTRUKSI JALAN PROF. JHON ARYO KATILI KOTA GORONTALO DENGAN MENGGUNAKAN METODE IBPRP

Main Article Content

Moh. Nur Ramdan pou
Roni Bumulo
Nona Fitriana

Abstract

Potensi kecelakaan kerja dapat terjadi pada setiap aktivitas pekerjaan. Kecelakaan kerja dapat diakibatkan oleh mesin-mesin maupun faktor kelalaian pekerja. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan standarisasi yang dilakukan setiap pekerjaan kontruksi untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja yang terjadi ketika dilakukan suatu pekerjaan kontruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui Bahaya, Nilai Risiko, Metode Pengendalian Risiko dan Peluang, pekerjaan Drainase pada proyek Rekonstruksi Jalan Prof. Jhon Aryo Katili Kota Gorontalo.  Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu pengamatan langsung dilapangan. Analisis data dimulai dengan menghitung nilai risiko dengan bentuk Rating. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko dan peluang (IBPRP). IBPRP merupakan penilaian risiko keselamatan konstruksi pada setiap tahapan pekerjaan untuk tiap item pekerjaan yang dihitung dengan perkalian tingkat kekerapan dan itingkat keparahan. Yaitu mengidentifikasi potensi risiko dari bahaya-bahaya yang telah didapat dari pengumpulan data di lingkungan pekerjaan. Penilaian risiko setelah didapat data tentang aktifitas dilingkungan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan bahaya dan risiko, selanjutnya dilakukan penilaian risiko. Hasil dari penelitian ini  terdapat potensi bahaya kecelakaan kerja pada pekerjaan drainase. Untuk penilaian risiko dengan nilai tertinggi 5, yaitu tingkat risiko kecil. Dari segi keselamatan pada pekerjaan drainase proyek rekonstruksi jalan Prof. Jhon Aryo Katili Kota Gorontalo masih memiliki beberapa kekurangan khususnya keselamatan. Faktor kecelakaan yang terjadi pada pekerjaan drainase yaitu pekerja tanpa APD, tidak menerapkan K3 dan tidak berhati-hati dalam menggunakan alat kerja.

Article Details

Section
Articles

References

Andi, Prastowo. (2010). Menguasai Teknik-Teknik Koleksi Data Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: Diva Press Perpustakaan Universitas Erlangga.

Bunial, B., Muttaqin, M., & Rauzana. (2018). Faktor-Faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang Mempengaruhi Kinerja Proyek Konstruksi Gedung di Provinsi Aceh. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan 1 (4), 130-137.

Gita, P. A., & Fery, N. (2018). Kajian Penerapan dan Evaluasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 pada Proyek Peningkatan Kapasitas Landasan Terbang. Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 3 No 1, 39-49.

S, G., & Hutabarak, J. (2020). Analisa Potensi Bahaya dan Perbaikan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRARC di PT. Boma Bisma Indra. vol 2 no 3 pp, 106-110.

Teja, M.B.S. 2015. Pengaruh Pengetahuan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Perilaku Pekerja Konstruksi Pada Proyek Jalan Tol Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa. Program Pascasarjana. Universitas Udayana. Denpasar.

Peraturan Menteri No. 10. (2021). Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Pratama, F., Ismiah, E., & Risqi, A. W. (2022). Analisis Resiko (K3) Metode Hazard Identification, Risk Asessment and Risk Control (HIRARC) di Departemen Laboratorium PT. ABC. Jurnal Ilmiah GIGA , 88-95.

Sastrohadiwiryo, S. B. 2002. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia (Pendekatan Administratif dan Operasional), PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Smarandana, G., Momon, A., & Arifin, J. (2021). Penilaian Risiko K3 pada Proses Pabrikasi Menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya, 56-62.

Peraturan Menteri No. 10. (2021). Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

UU Nomor 18. (1999). Tentang Jasa Konstruksi.